Apa itu basis data?
Basis data dapat diibaratkan sebagai lemari arsip. Jika kita memiliki lemari ini dan bertanggung jawab untuk mengorganisirnya, besar kemungkinan kita akan melakukan beberapa langkah seperti: memberikan map untuk kumpulan dokumen yang akan disimpan, menentukan kategori dokumen, memberi nomor dengan pola tertentu yang unik untuk setiap map, dan kemudian menempatkan dokumen-dokumen tersebut dalam urutan tertentu di dalam lemari. Meskipun tidak semua langkah tersebut dilakukan, setidaknya setiap lemari arsip memiliki aturan tertentu mengenai cara penyusunan dokumen-dokumen tersebut.
Basis data dapat dijelaskan dari beberapa perspektif:
- Sekumpulan data (dokumen) yang saling terhubung dan diorganisir sedemikian rupa agar bisa dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.
- Kumpulan data yang saling terkait, disimpan secara bersamaan dengan cara yang menghindari pengulangan (redundansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
- Serangkaian file/tabel/dokumen yang saling terhubung dan disimpan dalam media penyimpanan elektronik.
Basis data dan lemari arsip pada dasarnya memiliki prinsip kerja dan tujuan yang serupa. Prinsip utamanya adalah pengelolaan data/dokumen. Tujuannya adalah untuk memudahkan dan mempercepat proses pengambilan data/dokumen. Perbedaan utama terletak pada media penyimpanan yang digunakan. Jika lemari arsip menggunakan besi atau kayu, Basis data memanfaatkan media penyimpanan elektronik seperti cakram magnetis (magenetic disk atau disingkat sebagai sik saja). Ini adalah hasil yang logis, karena lemari arsip dikelola langsung oleh manusia, sedangkan basis data diorganisir melalui perangkat elektronik cerdas (yang kita kenal sebagai komputer). Perbedaan media ini menyebabkan perbedaan lain terkait jumlah dan jenis metode penyimpanan yang dapat diterapkan. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa basis data bukan hanya tempat untuk menyimpan data secara elektronik (dengan bantuan komputer).
Ini berarti, tidak semua jenis penyimpanan data elektronik dapat disebut basis data. Kita dapat menyimpan dokumen berisi data dalam format teks (dengan aplikasi pengolah kata), file spreadsheet, dan lainnya, tetapi mereka tetap tidak dapat dianggap sebagai basis data. Hal ini karena tidak ada pengelompokan dan pengurutan data berdasarkan jenisnya. Ketika jumlah file bertambah, menjadi sulit untuk menemukan data spesifik. Fokus utama dalam basis data adalah pengaturan, pengurutan, pengelompokan, dan organisasi data yang akan disimpan sesuai dengan fungsinya atau jenisnya. Penyortiran, pengelompokan, dan pengorganisasian ini dapat berbentuk sejumlah tabel terpisah atau definisi bidang data dalam setiap tabel.
Dengan demikian, kesimpulannya adalah Basis data adalah sekumpulan data yang saling terkait, disimpan secara elektronik, diatur dan diorganisasi dalam struktur tertentu (tabel/kolom), sehingga dapat diakses, dikelola, dan dimanfaatkan kembali dengan cepat, mudah, serta efisien.

Komentar
Posting Komentar